Kamis, 20 April 2017

Cara Konversi Bidang Studi Sertifikasi

Setelah data para PTK penerima serifikasi dinyatakan valid yang bersumber dari dapodik (data pokok pendidik) pada periode Januari-Juli 2017 khususnya di triwulan I tahun 2017 ini, maka Dirjen GTK Kemendikbud (Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) mengeluarkan Nomor SKTP yang bersangkutan ke dalam Lembar Info GTK(Info Guru dan Tenaga Kependidikan) sesuai bidang studi sertifikasinya masing-masing.

Bagi PTK penerima serifikasi yang dinyatakan belum valid di dapodik masih diberi kesempatan untuk memperbaiki data secepatnya. Dan diantara penyebab ketidakvalidan data yaitu bidang studi sertifikasi yang tidak sesuai dengan kode sertifikasi yang ada dalam list data kode sertifikasi yang diakui oleh Dirjen GTK Kemendikbud (seperti kode 061). Bisa juga karena pemenuhan JJM (jumlah jam mengajar) yang kurang dari 24 jam dalam seminggu. Hal ini biasanya ditunjukkan dalam lembar info GTK yang tertulis pada JJM yang tidak linier.

Sehingga penyebab JJM yang tidak linier tersebut harus segera diperbaiki sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada. Biasanya dengan mapping di pembelajaran maka akan teratasi. Bagaimana cara mapping pembelajaran? cara pengerjaan silahkan sesuaikan dengan Juknis Pengerjaan Dapodik 2017. Lalu bagaimana cara membetulkan kode bidang studi sertifikasi agar sesuai dengan yang ada dalam list data kode sertifikasi Dirjen GTK? caranya adalah tentu dengan mengajukan Permohonan Konversi Bidang Studi Sertifikasi yang kita miliki ke penyelenggara LP3 (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi) yang mengeluarkan Surat Sertikasi tersebut, dan dilengkapi beberapa lampiran persyaratan yang dibutuhkan, seperti Sertifikat Pendidik, Ijazah terakhir yang digunakan, Lembar Info GTK, dan Surat Pembagian Tugas Mengajar.

Setelah surat permohonan pengajuan konversi bidang studi sertifikasi disetujui oleh pihak penyelenggara LP3, maka dikeluarkanlah Surat Keterangan Tentang Konversi Bidang Studi Sertifikasi.

Ini adalah Surat Keterangan Tentang Konversi Bidang Studi Sertifikasi

Setelah mendapatkan Surat Keterangan Tentang Konversi Bidang Studi Sertifikasi seperti diatas, maka langkah selanjutnya adalah kita serahkan Surat Keterangan tersebut ke OP Simtun Kabupaten.
Kemudian OP Simtun Kabupaten akan mengajukan surat tersebut ke Dirjen GTK Kemendikbud untuk mendapatkan pengesahan hasil konversi bidang studi sertifikasi tersebut.
Setelah mendapatkan pengesahan, kemudian kita print out hasil konversi dari Dirjen GTK Kemendikbud tersebut.

Ini adalah contoh print out dari Dirjen GTK Kemendikbud hasil permohonan konversi.

Langkah selanjutnya Nomor Peserta Baru silahkan dimasukkan ke Riwayat Sertifikasi, menggantikan nomor yang lama.yang ada di dapodik.
Jangan lupa disinkron.

Demikian kira-kira pemahaman yang aku tahu, mudah-mudahan bermanfaat.

Salam Satu Data

Kamis, 13 April 2017

Try Out Ujian Sekolah Kabupaten IPA 12 April 2017

Hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan Try Out Ujian Sekolah Tingkat Kabupaten dengan mata pelajaran IPA. Waktu pelaksanaannya 2 jam, para siswa harus dapat menyelesaikan semua soal yang ada agar mendapatkan nilai yang maksimal.

Inilah soal Try Out Ujian Sekolah Kabupaten IPA 12 April 2017

Rabu, 12 April 2017

Try Out Ujian Sekolah Kabupaten Matematika 11 April 2017

Setelah kemarin dilaksanakan Try Out Ujian Sekolah Tingkat Kabupaten dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, maka hari ini 11 April 2017 dilanjutkan try outnya, yaitu mata pelajaran Matematika. Waktu pengerjaannya masih sama yaitu selama 120 menit yang dimulai dari pukul 08.00 - 10.00 WIB. Soalnya 40, pilihan ganda semua.

Inilah soal Try Out Ujian Sekolah Kabupaten Matematika 11 April 2017

Selasa, 11 April 2017

Try Out Ujian Sekolah Kabupaten Bahasa Indonesia 10 April 2017

Setelah beberapa hari yang lalu dilaksanakan Try Out Ujian Sekolah Tingkat Kecamatan, maka sekarang dilanjutkan dengan Try Out Ujian Sekolah Tingkat Kabupaten. Pelaksanaan try out ini juga meliputi 3 mata pelajaran, yang berkaca pada mapel Ujian Sekolah Utama. US Utama direncanakan berlangsung pada tanggal 15-17 Mei 2017. Pada hari H nya nanti diharapkan semua siswa lebih siap dalam menghadapinya, baik kesiapan ilmu maupun mentalnya.

Hari pertama pelaksanaan Ujian Sekolah Kabupaten dimulai pada hari ini 10 April 2017 dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jumlah soal Bahasa Indonesia ada 50, semuanya pilihan ganda.

Inilah soal Try Out Ujian Sekolah Kabupaten Bahasa Indonesia 10 April 2017

Minggu, 09 April 2017

DNT PESERTA US TAHUN 2017


Akhirnya per 31 Maret 2017 DNT (Daftar Nominasi Tetap) peserta Ujian Sekolah (US) Sekolah Dasar tahun pelajaran 20162017 ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Bapak Drs. Anjar Gunadi, M.Pd. Untuk SDN sayung 1 ditetapkan 43 siswa yang bakal mengikuti US, yang nantinya terbagi dalam 3 ruang ujian, masing-masing ruang terdiri dari 20 siswa, 10 siswa, dan 13 siswa.

Inilah DNT SDN Sayung 1

Inilah DNT SDN Sayung 1 (versi word, ada ttd kepsek)

Jumat, 31 Maret 2017

Senin, 27 Maret 2017

PKn Bab 3 Menghargai Keputusan Bersama


Bab 3
Menghargai Keputusan Bersama

A.    Keputusan Bersama
1.    Pengertian Keputusan Bersama
Keputusan berarti segala bentuk perjanjian yang telah ditetapkan dan disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Keputusan juga berarti kesimpulan akhir dari suatu musyawarah. Keputusan bersama adalah segala sesuatu yang telah disepakati bersama untuk dilaksanakan dan dipatuhi bersama. Hasil keputusan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh pihak yang terkait. Apabila terjadi pelanggaran, maka dapat dikenakan sanksi.
Sebuah keputusan yang diambil harus didasarkan pada nilai-nilai tertentu. Ada beberapa nilai dasar yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan bersama, antara lain unsur kebersamaan, adanya persamaan derajat dan hak, penghargaan terhadap pendapat yang berbeda, pelaksanaan hasil keputusan secara bertanggungjawab, serta mencari titik temu di antara perbedaan dengan bijaksana.
Terdapat beberapa manfaat pengambilan keputusan bersama berdasarkan asas kekeluargaan, antara lain mempererat tali persaudaraan, menciptakan kehidupan yang rukun dan damai, menumbuhkan sikap saling tolong-menolong, serta menciptakan sikap saling menghargai antar sesama.

2.    Cara Menentukan Keputusan Bersama a. Musyawarah untuk mufakat
a.    Musyawarah untuk mufakat
Musyawarah adalah bentuk pengambilan keputusan yang mengutamakan kebersamaan dan menyampaikan pendapat untuk mencapai mufakat. Mufakat diperlukan agar keputusan bersama mencerminkan semua usulan.
Ada beberapa prinsip-prinsip untuk memenuhi mufakat yang baik, antara lain:
1.    harus sesuai dengan moral keagamaan dan nilai-nilai keadilan
2.    mendahulukan kepentingan umum
3.    didasari tanggung jawab tanpa paksaan dan tekanan dari pihak lain
4.    pencapaian mufakat menjadi tanggung jawab seluruh peserta musyawarah
5.    membawa hasil yang dinikmati bersama

Musyawarah untuk mencapai mufakat harus berpangkal pada 3 kriteria sebagai berikut:
1.    hakikat musyawarah untuk mufakat adalah sumber paham kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
2.    hikmat kebijaksanaan tersebut dikemukakan dengan pikiran dan akal sehat serta mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa
3.    mufakat yang dicapai disertai itikad baik adalah keputusan yang jujur dan bertanggung jawab.

b.    Pemungutan suara atau voting
Pengambilan keputusan bersama dengan cara musyawarah terkadang tidak menghasilkan kesepakatan. Untuk mengatasi hal tersebut dapat ditempuh dengan pemungutan suara atau voting. Pelaksanaan voting dilakukan dengan tujuan mendapatkan keputusan bersama dan diadakan komitmen bahwa semua anggota menerima dan mendukung pendapat yang disepakati bersama.

B.    Mematuhi Keputusan Bersama
1.    Hasil Keputusan Bersama
Keputusan bersama dilaksanakan atas dasar asas kekeluargaan dan gotong royong. Asas kekeluargaan harus diutamakan, karena memandang tiap anggota kelompok merupakan keluarga yang harus mendapatkan perlakuan sama. Asas gotong royong dapat meringankan putusan yang dirasa sangat sulit. Dalam melaksanakan keputusan bersama, keadilan harus ditegakkan agar tidak ada anggota yang dirugikan.
Hasil keputusan bersama memberikan beberapa manfaat, antara lain semua anggota merasa memiliki kedudukan yang sama, terciptanya keadilan antara anggota, dan anggota melaksanakan keputusan bersama dilandasi rasa tanggung jawab.
Segala keputusan bersama mencerminkan pengamalan pancasila, yaitu sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Dalam sila tersebut terkandung beberapa nilai yang harus kita amalkan. Nilai-nilai tersebut, antara lain:
a.    setiap warga negara indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama
b.    tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain
c.    mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
d.    musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan

2.    Pelaksanaan Keputusan Bersama
a.    Keputusan bersama di lingkungan keluarga
Beberapa contoh keputusan bersama di lingkungan keluarga, antara lain:
1.    suatu keputusan bersama tentang menu makan
2.    keputusan bersama tentang pembagian tugas rumah
3.    keputusan bersama tentang kerja bakti bersama keluarga.
Ada dampak positif dengan membiasakan diri membuat keputusan bersama, antara lain saling menghargai pendapat, saling terbuka dalam berpendapat, masalah mudah untuk diselesaikan, melatih keberanian, kecerdasan, dan kreativitas, suasana kekeluargaan menjadi harmonis, serta lebih ikhlas untuk melaksanakan keputusan.

b.    Keputusan bersama di lingkungan sekolah
Beberapa contoh keputusan bersama di lingkungan sekolah, antara lain keputusan bersama mengenai jadwal pelajaran sekolah, keputusan bersama mengenai pakaian seragam sekolah, dan keputusan bersama mengenai jadwal kegiatan piket kelas

c.    Keputusan bersama di lingkungan masyarakat
Beberapa contoh keputusan bersama di lingkungan masyarakat, antara lain keputusan bersama tentang kegiatan ronda malam, keputusan bersama tentang kerja bakti lingkungan, dan keputusan bersama tentang besarnya iuran warga menjenguk warga yang sakit.


3.    Sikap Mendukung Pelaksanaan Keputusan Bersama
Pengambilan dan pelaksanaan keputusan bersama perlu didasari oleh sikap yang baik serta mencerminkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan. Sikap-sikap tersebut diperlukan untuk mendukung pelaksanaan keputusan bersama. Berikut contoh sikap tersebut.
a.    Jujur, contohnya mengatakan segala sesuatu secara benar, tidak ditambahi, dan tidak dikurangi, berani mengakui kesalahan jika bersalah.
b.    Adil, artinya memberikan sesuatu sesuai dengan haknya, keputusan yang diambil tidak berat sebelah, dan tidak merugikan kepentingan umum.
c.    Toleransi, contohnya menghormati, memperhatikan perkataan, dan menghargai pendapat orang lain.
d.    Tanggung jawab, diwujudkan dalam hal menyelesaikan tugas tepat waktu dan tidak suka melempar kesalahan pada orang lain. E. Demokrasi, contohnya terbuka menerima segala kritik dan saran, menghargai adanya perbedaan pendapat, serta selalu mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan kebersamaan


4.    Hambatan Pelaksanaan Keputusan Bersama
Hambatan dari dalam yaitu hambatan yang berasal dari peserta musyawarah itu sendiri.
Hambatan yang berasal dari dalam, antara lain:
a.    tidak tertampungnya keinginan atau pendapat peserta
b.    peserta musyawarah merasa ingin menang sendiri
c.    peserta musyawarah mementingkan kepentingan kelompok tanpa memperhatikan kepentingan bersama.
Hambatan dari luar yaitu hambatan yang berasal dari luar kelompok musyawarah. Hambatan yang berasal dari luar, antara lain:
a.    meniru dan mencontoh hasil keputusan kelompok lain tanpa izin
b.    menghasut dan mempengaruhi hasil keputusan yang telah diambil
c.    mempengaruhi pihak pihak lain dalam pengambilan keputusan.


video Menghargai Keputusan Bersama